Friday, 21 March 2014

Sistem Perekonomian Indonesia

Sejak berdirinya negara Republik Indonesia, sudah banyak tokoh-tokoh negara pada saat itu telah merumuskan sistem perekonomian yang tepat bagi bangsa indonesia, baik secara individu maupun diskusi kelompok. Tokoh ekonomi indonesia saat itu, Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di negara Amerika tahun 1949, menegaskan bahwa sistem yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran tetapi dalam proses perkembanganya telah disepakati suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pancasila yang didalamnya mengandung unsur penting yang disebut.
Dengan demikian perekonomian Indonesia tidak mengizinkan adanya Free Fiht Liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah dan terjajah dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si miskin.
Etatisme, yaitu keikutsertaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motivasi dan kreasi masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat. Jadi masyarakat hanya bersikap pasif saja.
Monopoli, suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keinginan sang monopoli. Disini konsumen seperti robot yang diatur untuk mengikuti jalannya permainan.
Meskipun awal perkembangan perekonomian indonesia menganut sistem ekonomi pancasila. Ekonomi demokrasi dan mungkin ‘campuran’ namun bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun 1950-an sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, pernah juga mewarnai corak perekonomian di tahun 1960-an sampai masa orde baru.

Faktor-faktor penyebab kegagalan sistem perekonomian Indonesia adalah :
Program tersebut disusun oleh tokoh yang relatif bukan bidangnya, namun oleh tokoh politik, sehingga keputusan yang dibuat cenderung menitikberatkan pada masalah politik bukan masalah ekonomi.
Akibat lanjutan dari kegagalan diatas dana negara yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi justru dialokasikan untuk kepentingan politik dan perang.
Adanya kecenderungan terpengaruh untuk menggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.


Sejarah Perkembangan Sistem Perekonomian Indonesia
Indonesia adalah negara yang strategis karena diapit dengan dua samudra dan dua benua. Sehingga penjajah semakin bersemangat untuk merebut negara ini. Seperti Belanda berkuasa selama sekitar 350 tahun di Indonesia , Jepang 3,5tahun dan masih banyak negara-negara penjajah lain. Selama dijajah, perekonomian Indonesia sangat terpuruk. Mari kita simak perkembangan sejarah perekonomian Indonesia mulai dari orde lama, orde baru, hingga reformasi saat ini.

 ORDE LAMA
Keadaan ekonomi&keuangan pada masa ini sangat buruk, karena disebabkan oleh Inflasi yang sangat tinggi yang dikarenakan beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
1.     Menteri keuangan Ir. Surachman melaksanakan Program Pinjaman Nasional dengan persetujuan BP-KNIP  pada bulan Juli 1946.
2.     Usaha melawan blokade dengan diplomasi beras ke India
3.     Mengadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika.
4.     Melawan blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
Tujuan dilakukannya Konferensi Ekonomi Februari 1946 untuk memperoleh kesepakatan yang tetap dalam menanggulangi masalah  ekonomi yang mendesak, seperti :
1.     Masalah produksi&distribusi sandang,pangan,papan, serta status dan administrasi perkebunan.
2.     Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
3.     Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948, mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
4.     Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).

ORDE BARU
Stabilisasi politik menjadi prioritas utama pada masa ini. Karena pengusaha pribumi tidak bisa bersaing dengan pengusaha non pribumi, serta sistem etatisme pun tidak memperbaiki keadaan, maka Dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila yang merupakan campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas. Jadi, pasar tidak bisa menentukan sendiri dalam keadaan atau masalah tertentu.
Kebijakan ekonominya diarahkan pada pembangunan di segala bidang,seperti:
-          kebutuhan pokok
-          pendidikan dan kesehatan
-          pembagian pendapatan
-          kesempatan kerja
-          kesempatan berusaha
-          partisipasi wanita dan generasi muda
-          penyebaran pembangunan
-          peradilan
Semua itu dilakukan dengan pelaksanaan pola umum pembangunan jangka panjang (25-30 tahun) secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita (Pembangunan lima tahun).
Indonesia berhasil swasembada beras, penurunan angka kemiskinan, perbaikan tingkat kesejahteraan rakyat dan industrialisasi yang meningkat pesat. Pemerintah juga berhasil menggalakkan preventive checks untuk menekan jumlah kelahiran lewat KB dan pengaturan usia minimum orang yang akan menikah,dampak positif ini diperoleh pada tahun 1984.
Namun dampak negatifnya adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam, perbedaan ekonomi antar daerah, antar golongan pekerjaan dan antar kelompok dalam masyarakat, serta penumpukan utang luar negeri. Akibatnya, ketika terjadi krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global, Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga-harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah melemah dengan cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di segala bidang, terutama ekonomi.

ORDE REFORMASI
Pemerintahan presiden BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik.
Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, juga tidak ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal, ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi, antara lain masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Akibatnya, kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati.
Masa Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri Masalah-masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain :
Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5,8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.3 triliun.
Kebijakan privatisasi BUMN. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,1 %. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi, karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing.
Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan nasional.
Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono Kebijakan kontroversial pertama presiden Yudhoyono adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial.
Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah.

Menurut Keynes, investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor, terutama investor asing, yang salahsatunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.

Sumber : http://sistempemerintahanindonesia.com/sistem-ekonomi-indonesia.html
                  http://reniseptianarayyat.blogspot.com/2012/04/sejarah-perkembangan-ekonomi-di.html

Penyalahgunaan Fasilitas Umum Disekitar Kita

Marah..?? Yaa hal tersebut yang saya rasakan jika melihat orang yang menyebrang tidak menengok kanan kiri dan tidak pada tempatnya, sebelumnya saya pernah merasakan hal tersebut ketika saya pulang kuliah, sewaktu saya lagi dijalan margonda (depok), saya sedang mengendarai motor dengan kecepatan minimum, dan tiba-tiba ada 2 orang cowok yang memakai earphone/headset menyebrang dengan seenak jidatnya sendiri (depan margonda residence), padahal tidak jauh dari situ terdapat zebra cross, berhubung saya waktu itu lagi puasa, saya hanya mengeleng-gelengkan kepala saja, mengelus dada dan mengucap istigfhar. Saya juga pernah merasakan hal tersebut didepan terminal, banyak manusia yang menyebrang seenaknya, padahal tidak jauh dari situ terdapat JPO (Jembatan Penyebrangan Orang), entah apa yang ada dipikiran orang-orang, kadang meminta pemerintah untuk memberi fasilitas umum tapi tidak digunakan, ini kan namanya mubazir, padahal jembatan penyebrangan di Kota Depok masih jauh dalam penyalahgunaan fungsi. Seperti misalnya dikota-kota besar yang sebagian jembatan penyebrangannya sudah beralih fungsi jadi pasar dadakan. Sementara kalo ada korban jiwa karena sebenarnya bukan semata-mata kesalahan pengendara, tapi juga pejalan kaki yang tidak menggunakan fasilitas yang telah disediakan. Alasan "Capek harus naik turun tangga lagi" adalah hal lumrah yang sering didengar. Tapi kalo sudah naik turun saling tindis ngejar diskon aja pasti kuat.
            Berikut saya akan memberi contoh penyalahgunaan fasilitas umum yang sering terjadi dikota-kota besar.

1.     Trotoar



Fungsi trotoar sekarang sudah beralih fungsi jadi jalur alternatif dikala macet. Pastinya kalian gak asing dengan pemandangan ini kan, saya juga kadang-kadang suka pake jalur trotoar (kalo pake sepeda). Selain itu trotoar juga seringkali digunakan sebagai lapak berjualan, tapi sebagaimana mestinya trotar adalah hak bagi pejalan kaki.

2.     Pembatas Jalan

(Ini yang benar)

(Dan ini yang...ahsudahlah)

Entah apa bedanya dengan trotoar, ini sih supaya tulisan saya keliatan panjang aja. Selain itu biar lebih mudah jelasinnya. #okesip Jadi pembatas jalan ini sejatinya adalah membatasi arus jalan dua arah, dan tempat orang memutar balik arah, klo bahasa disini namanya ngapsul. Nah bentuk penyalahgunaan pembatas jalan ini adalah adanya tindak kesengajaan oknum tidak bertanggung jawab yang menghancurkan sedikit pembatas jalan guna memotong jalan untuk berbalik arah dari tempat berbalik arah yang sebenarnya. Ujung-ujungnya macet lagi, trotoar lagi.

3.       Badan Jalan



Kalo tadi kita udah membahas sisi jalan, sekarang adalah tentang jalan itu sendiri. Umumnya fasilitas jalan digunakan untuk pengguna kendaraan, sedangkan sekarang karena sempitnya jarak antara pusat belanja dengan jalan itu sendiri akhirnya sering kita jumpai jalan-jalan ini juga diisi kendaraan sih... Tapi dalam keadaan mesin mati alias parkir! Kadang suka kesal sendiri sama parkir liar ini, selain memakan badan jalan juga kerap mengundang kemacetan dan bisa ditebak ujung-ujungnya... Trotoar lagi. Selain parkir liar, yang sering kita temui adalah balap liar. Pasti pernah dong lagi asik-asik jalan santai tiba-tiba dari belakang terdengar suara deru knalpot yang bersahut-sahutan yang seakan ngomong: Knalpot A: "Minggir gue mau lewat, ini jalan punya nenek gue". Knalpot B: "Ini jalan kakek gue kali, elo aja yang minggir kampret". Knalpot gue: "Mungkin kalian adalah sodara sepupu". Knalpot A&B: "Oh iya mungkin". #kemudianberpelukan


4.     Fly over


Banyak Masyarakat khusus nya para remaja kita yang menggunakan FLyover untuk pacaran .. hahaha  liat deh sampe di kasih Spanduk dilarang pacaran. Para pasangan yang kebanyakan berusia remaja itu berpacaran sambil menikmati pemandangan malam tak hanya sekadar berbincang dan saling berpegangan tangan belaka. Berpelukan, mengecup kening dan pipi sudah menjadi hal yang lazim di Bridge of love/Jembatan Cinta/Apalah ituh haha.



Nah itu dia sob beberapa fasilitas-fasilitas umum yang sering disalahgunakan, untuk itu marilah kita sebagai anak muda penerus bangsa ini hendaknya menjaga tata tertib lalu lintas, bukan maksud saya untuk menyinggung kalian, karena gue juga kadang suka melanggar, tapi apa salahnya jika kita memperbaiki kualitas diri dan saling mengingatkan sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Klo kalian ada nemuin kejadian-kejadian tentang penyalahgunaan fasilitas umum share dong, jangan diam aja. "Peliharalah rasa malumu, karena hanya dengan rasa malu kita masih bisa disebut” 

Gambar dan sedikit ide dari http://www.kaskus.co.id/