I.
Pengertian
Kata
paragraf diserap dalam bahasa Indonesia dari bahasa Inggris paragraph,
sedangkan alinea diserap dari bahasa Belanda dengan ejaan yang sama. Kata
alinea bahasa Belanda itu sendiri berasal dari bahasa latin a linea yang
berarti ‘mulai dari baris baru’. Adapun bahasa Inggris paragraph berasal dari
bahasa Yunani para yang berarti ‘sebelum’ dan grafein yang berarti ‘menulis;
menggores’. Pada mulanya paragraf atau alenia tidak dituliskan terpisah dengan
mulai garis baru seperti yang kita kenal sekarang, tetapi dituliskan menyatu
dalam sebuah teks dengan menggunakan tanda sebagai ciri awal paragraf (Sakri
1992:1).
Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik.
Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik.
Paragraf
juga merupakan perpaduan kalimat-kalimat yang memperlihatkan kesatuan pikiran
atau kalimat-kalimat yang berkaitan dalam membentuk gagasan atau topik
tersebut. Sebuah Sebuah paragraf mungkin terdiri atas sebuah kalimat, mungkin
terdiri atas dua buah kalimat, mungkin juga lebih dari dua buah kalimat. Bahkan
sering kita temukan sebuah paragraf terdiri atas lebih dari lima buah kalimat.
Meskipun paragraf terdiri atas beberapa kalimat, tidak satu pun dari
kalimat-kalimat itu yang membicarakan soal lain. Seluruh paragraf
memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan
masalah itu (Arifin 1988:125). Jadi, paragraf adalah bagian-bagian karangan
yang terdiri atas kalimat-kalimat yang berhubungan secara utuh dan padu serta
merupakan satu kesatuan pikiran. Berikut ini adalah contoh sebuah paragraf.
Berdasarkan
sarananya bahasa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bahasa tulis dan lisan.
Bahasa tulis ialah bahasa yang dituliskan atau dicetak, berupa karangan,
sedangkan bahasa lisan ialah bahasa yang diucapkan atau dituturkan, berupa
pidato atau percakapan. Dalam bahasa tulis paragraf merupakan bagian dari suatu
karangan dan dalam bahasa lisan merupakan bagian dari suatu tuturan.”
Paragraf
tersebut terdiri atas tiga kalimat. Semua kalimat itu membicarakan soal bahasa
tulis dan lisan. Oleh karena itu, topik paragraf itu adalah masalah bahasa.
Dalam tulisan-tulisan lain kita juga akan menjumpai topik paragraf yang lain
pula. Topik-topik paragraf adalah pikiran utama di dalam sebuah paragraf. Semua
pembicaraan dalam paragraf itu terpusat pada pikiran utama. Pikiran utama
itulah yang menjadi pokok pembicaraan. Karena itu, pikiran utama disebut juga
gagasan pokok di dalam sebuah paragraf. Dengan demikian, apa yang menjadi pokok
pembicaraan dalam sebuah paragraf itulah topik paragraph.
II. Ciri
Paragraf yang Baik
- Kepaduan paragraf
Langkah-langkah
yang harus kita tempuh adalah adanya kemampuan untuk merangkai kalimat sehingga
berkaitan satu sama lain sehingga logis dan serasi. Lalu gunakanlah kata
penghubung yang dapat membuat kalimat saling berkaitan. Terdapat dua jenis kata
penghubung, yaitu kata penghubung intrakalimat dan kata penghubung
antarkalimat. Intrakalimat yaitu kata yang menghubungkan anak kalimat dengan
induk kalimat, contohnya: karena, sehingga, tetapi, dsb. Sedangkan antarkalimat
yaitu kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya,
contohnya: oleh karena itu, jadi, kemudian dan sebagainya.
Contoh :
“Remaja mempunyai banyak potensi untuk dikembangkan. Remaja terkadang tidak
menyadari bahwa ia memiliki banyak kelebihan yang bisa digali dan diberdayakan
guna menyongsong masa depan. Mereka perlu bantuan untuk dimotivasi dan diberi
wawasan. Anak-anak muda lewat potensinya adalah penggengam masa depan yang
lebih baik dari para pendahulunya.”
- Kesatuan Paragraf
Syarat yang
kedua adalah kesatuan paragraf. Yang dimaksud kesatuan adalah tiap pargaraf
hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama.
Kalimat utama yang diletakkan di awal paragraf biasa kita sebut dengan paragraf
deduktif, sedangkan kalimat utama yang diletakkan di akhir paragraf biasa kita
sebut dengan paragraf induktif. Adapun ciri-ciri dalam membuat kalimat utama,
yakni kalimat yang dibuat harus mengandung permasalahan yang berpotensi untuk
diperinci atau diuraikan lebih lanjut. Ciri-ciri lainnya yaitu kalimat utama
dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung, baik
kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung intrakalimat.
Contoh
paragraf deduktif :
“PBB menetapkan 12 Agustus sebagai hari Remaja Internasional. Pencetus gagasan ini ialah para menteri sedunia yang menangani masalah remaja di portugal 1998. Tujuannya guna memicu kesadaran remaja untuk memahami masalah sosial budaya, lingkungan hidup, pendidikan dan kenakalan remaja.”
“PBB menetapkan 12 Agustus sebagai hari Remaja Internasional. Pencetus gagasan ini ialah para menteri sedunia yang menangani masalah remaja di portugal 1998. Tujuannya guna memicu kesadaran remaja untuk memahami masalah sosial budaya, lingkungan hidup, pendidikan dan kenakalan remaja.”
Contoh
paragraf induktif :
“Kalau ditanya rencana masa depan, banyak remaja menjawab asal-asalan. Mereka tidak punya greget dalam menatap masa depan, mereka sebagai air, mengikuti aliran tanpa berperan mengarahkan air itu. Tanpa motivasi, tanpa perencanaan yang jelas. Mereka yang pesimis, harapan masa depannya pun rendah.”
“Kalau ditanya rencana masa depan, banyak remaja menjawab asal-asalan. Mereka tidak punya greget dalam menatap masa depan, mereka sebagai air, mengikuti aliran tanpa berperan mengarahkan air itu. Tanpa motivasi, tanpa perencanaan yang jelas. Mereka yang pesimis, harapan masa depannya pun rendah.”
- Kelengkapan Paragraf
Sebuah
paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat
penjelas secara lengkap untuk menunjukan pokok pikiran atau kalimat utama.
Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan,
contoh dll. Selain itu, kalimat penjelas berarti apabila dihubungkan dengan
kalimat-kalimat di dalam paragraf. Kemudian kalimat penjelas sering memerlukan
bantuan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun kata
penghubung intrakalimat.
III.
Jenis-jenis Paragraf
- Paragraf Narasi
Paragraf
Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian berdasarkan
kronologisnya.
Contoh : “Siang itu, Sabtu pekan lalu, Ramin bermain bagus. Mula-mula ia menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian dengan klarinet, meniupkan garis melodi utamanya. Ramin dan tujuh kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi, mengiringi Ahmad, mempelai pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di Perumahan Kampung Meruyung. Mereka membawakan lagu “Mars Jalan” yang dirasa tepat untuk mengantar Ahma, sang pengantin…”
Contoh : “Siang itu, Sabtu pekan lalu, Ramin bermain bagus. Mula-mula ia menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian dengan klarinet, meniupkan garis melodi utamanya. Ramin dan tujuh kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi, mengiringi Ahmad, mempelai pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di Perumahan Kampung Meruyung. Mereka membawakan lagu “Mars Jalan” yang dirasa tepat untuk mengantar Ahma, sang pengantin…”
- Paragraf Deskripsi
Paragraf
Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan kata – kata
yang merangsang indra realistis.
Contoh : “Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku. Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.”
Contoh : “Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku. Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.”
- Paragraf Eksposisi
Paragraf
Eksposisi adalah paragraf yang menguraikan suatu kejadian sejelas – jelasnya
agar pembaca mudah mengerti.
Contoh : “Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.”
Contoh : “Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.”
- Paragraf Argumentasi
Paragraf
Eksposisi adalah paragraf yang menguraikan suatu kejadian sejelas – jelasnya
agar pembaca mudah mengerti.
Contoh : “Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.”
Contoh : “Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.”
- Paragraf Persuasi
Paragraf
Persuasi adalah paragraf yang isinya berupa ajakan kepada pembaca agar
melakukan sesuatu yang diajukan sepenulis.
Contoh : “Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional.”
Contoh : “Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional.”
Pengembangan
alinea juga berkaitan erat dengan posisi kalimat topik karena kalimat topiklah
yang mengandung inti permasalahan atau ide utama alinea.Berdasarkan posisi
penempatan ide utama, paragraf dibedakan menjadi tiga, yaitu :
- Paragraf Induktif
Teks
induktif dikembangkan dari sesuatu yang bersifat khusus, lebih spesifik,
menjadi suatu kesimpulan yang bersifat umum, lebih luas. Akan tetapi, kita
harus hati-hati dalam menarik kesimpulan menggunakan pola induktif karena
kesimpulan umum yang diambil belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Oleh
karena itu, agar kesimpulan yang diambil sesuai dengan kenyataan, data, fakta,
bukti, referensi, dan keterangan lain yang dijadikan dasar pengambilan
kesimpulan haruslah lengkap dan akurat.
Contoh : “Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional.”
Contoh : “Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional.”
- Paragraf Deduktif
Paragraf
deduktif adalah contoh suatu paragraf yang dibentuk dari suatu masalah yang
bersifat umum, lebih luas. Setelah itu ditarik kesimpulan menjadi suatu masalah
yang bersifat khusus atau lebih spesifik. Atau juga dapat diartikan, suatu
paragraf yang kalimat utamanya berada di depan paragraf kemudian diikuti oleh
kalimat penjelas.
Contoh : “Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.”
Contoh : “Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.”
- Paragraf Induktif – Deduktif
Paragraf
induktif deduktif adalah suatu paragraf yang kalimat utamanya berada di depan
dan diakhir kalimat
Contoh : “Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, maka sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar menjelang UAN.”
Contoh : “Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, maka sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar menjelang UAN.”
Paragraf
dapat dikembangkan dengan cara-cara seperti di bawah ini :
- Cara
pertentangan
Biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang dari.
Contoh : Orang yang suka memberi dengan ikhlas hidupnya tak pernah kekurangan, berbeda dengan orang yang kikir, jiwanya tertekan karena harus pelit.
Biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang dari.
Contoh : Orang yang suka memberi dengan ikhlas hidupnya tak pernah kekurangan, berbeda dengan orang yang kikir, jiwanya tertekan karena harus pelit.
- Cara
perbandingan
Biasanya menggunakan ungkapan seperti, serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, dan sementara itu.
Contoh : Hidup jangan seperti lalat yang suka makan barang-barang busuk, akan tetapi hiduplah seperti lebah yang hanya makan sari bunga yang wangi dan manis yang memberikan banyak keuntungan bagi makhluk lain.
Biasanya menggunakan ungkapan seperti, serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, dan sementara itu.
Contoh : Hidup jangan seperti lalat yang suka makan barang-barang busuk, akan tetapi hiduplah seperti lebah yang hanya makan sari bunga yang wangi dan manis yang memberikan banyak keuntungan bagi makhluk lain.
- Cara
analogi
Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki suatu kesamaan atau kemiripan, biasanya dilakukan dengan bantuan kiasan. Kata-kata kiasan yang digunakan yaitu ibaratnya, seperti dan bagaikan.
Contoh : Peran gizi bagi kesehatan manusia tidak bisa ditawar-tawar lagi, tubuh ibarat mobil, mobil perlu bensin untuk jalan, manusia pun perlu beras untuk berenergi.
Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki suatu kesamaan atau kemiripan, biasanya dilakukan dengan bantuan kiasan. Kata-kata kiasan yang digunakan yaitu ibaratnya, seperti dan bagaikan.
Contoh : Peran gizi bagi kesehatan manusia tidak bisa ditawar-tawar lagi, tubuh ibarat mobil, mobil perlu bensin untuk jalan, manusia pun perlu beras untuk berenergi.
- Cara
Contoh- contoh
Kata, seperti, misalnya, contohnya dan lain-lain merupakan ungkapan-ungkapan dalam pengembangan dalam mengembangkan paragraf dengan contoh.
Contoh: Tak ada seorang pun yang tak ingin kaya, apalagi kaya dengan rejeki yang halal, tapi didunia ini berlaku hukum keseimbangan, kaya dengan halal harus kerja keras, kerja cerdas dan kerja waras. Kekayaan hasil korupsi tidak akan pernah membuahkan kebahagiaan. Contohnya : Bapak A memimpin sebuah lembaga negara, yang asalnya biasa sekarang jadi superkaya, rumahnya bak istana, setiap anak punya mobil dan apartemen, tetapi anehnya ketiga anak laki-lakinya tidak ada yang lulus kuliah, anak perempuannya hobi kawin cerai dan dua cucunya mengalami keterbelakangan mental.
Kata, seperti, misalnya, contohnya dan lain-lain merupakan ungkapan-ungkapan dalam pengembangan dalam mengembangkan paragraf dengan contoh.
Contoh: Tak ada seorang pun yang tak ingin kaya, apalagi kaya dengan rejeki yang halal, tapi didunia ini berlaku hukum keseimbangan, kaya dengan halal harus kerja keras, kerja cerdas dan kerja waras. Kekayaan hasil korupsi tidak akan pernah membuahkan kebahagiaan. Contohnya : Bapak A memimpin sebuah lembaga negara, yang asalnya biasa sekarang jadi superkaya, rumahnya bak istana, setiap anak punya mobil dan apartemen, tetapi anehnya ketiga anak laki-lakinya tidak ada yang lulus kuliah, anak perempuannya hobi kawin cerai dan dua cucunya mengalami keterbelakangan mental.
- Cara sebab
akibat
Dilakukan jika menerangkan suatu kejadian. Ungkapan yang digunakan yaitu, padahal, akibatnya, oleh karena itu dan karena.
Contoh : Pertama kali pindah kekota ia adalah anak yang baik, tahun pertama ia masuk Smk mulai merokok, malam minggu kumpul ditempat tongkrongan langganan, disuguhi minuman beralkohol, mulailah mabuk-mabukan. Kini rokoknya diganti dengan lintingan ganja, uang transport sering dipakai beli ganja, sekolah sering bolos, akibatnya raport jelek, badan kurus dan sekarang mulai berani enjual barang-barang rumah untuk membeli si daun haram itu.
Dilakukan jika menerangkan suatu kejadian. Ungkapan yang digunakan yaitu, padahal, akibatnya, oleh karena itu dan karena.
Contoh : Pertama kali pindah kekota ia adalah anak yang baik, tahun pertama ia masuk Smk mulai merokok, malam minggu kumpul ditempat tongkrongan langganan, disuguhi minuman beralkohol, mulailah mabuk-mabukan. Kini rokoknya diganti dengan lintingan ganja, uang transport sering dipakai beli ganja, sekolah sering bolos, akibatnya raport jelek, badan kurus dan sekarang mulai berani enjual barang-barang rumah untuk membeli si daun haram itu.
- Cara
definisi
adalah, yaitu, ialah, merupakan kata-kata yang digunakan dalam mengembangkan paragraf secara definisi.
Contoh : Paragraf ialah suatu bagian dari karangan yang di dalamnya terdiri atas beberapa kalimat yang selalu berkaitan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh membentuk satu pikiran utama. Di dalam paragraf biasanya terdapat satu kalimat yang menjadi pokok pikiran dari paragraf tersebut yang biasa kita kenal dengan kalimat utama.
adalah, yaitu, ialah, merupakan kata-kata yang digunakan dalam mengembangkan paragraf secara definisi.
Contoh : Paragraf ialah suatu bagian dari karangan yang di dalamnya terdiri atas beberapa kalimat yang selalu berkaitan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh membentuk satu pikiran utama. Di dalam paragraf biasanya terdapat satu kalimat yang menjadi pokok pikiran dari paragraf tersebut yang biasa kita kenal dengan kalimat utama.
- Cara
klasifikasi
Adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Kata-kata ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.
Contoh : Ada paragraf yang isinya mengisahkan kehidupan seseorang, menjelaskan sebuah proses, melukiskan keadaan dengan kata-kata, bahkan ada paragraf yang isinya mempengaruhi cara berpikir orang lain. Ditinjau dari sifat isi paragraf tadi maka paragraf dapat digolongkan menjadi paragraf deskriptif, paragraf naratif, paragraf persuatif, dan paragraf argumentatif.
Adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Kata-kata ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.
Contoh : Ada paragraf yang isinya mengisahkan kehidupan seseorang, menjelaskan sebuah proses, melukiskan keadaan dengan kata-kata, bahkan ada paragraf yang isinya mempengaruhi cara berpikir orang lain. Ditinjau dari sifat isi paragraf tadi maka paragraf dapat digolongkan menjadi paragraf deskriptif, paragraf naratif, paragraf persuatif, dan paragraf argumentatif.
—————–
CONTOH
—————–
Terkadang
pengeluaran Anda lebih besar daripada pendapatan dan Anda tidak dapat
menyimpannya. Sebenarnya, setiap orang dapat menabung, tidak peduli berapa
banyak yang mereka peroleh setiap bulan. Sangat mudah dan menyenangkan bila
menghabiskan uang tapi begitu sulit untuk menyimpannya .
Anda mungkin
berpikir tidak mempunyai keperlun untuk menabung, namun dengan anggaran kecil,
Anda bisa berpergian jauh. Periksa beberapa alasan penting mengapa Anda harus
mulai menabung.
1. Pensiun
Sangat
penting menabung untuk hari tua atau masa pensiun. Bahkan hanya bebrapa ratus
ribu per bulan, jauh lebih baik daripada tidak menabung sama sekali.Karena akan
sulit untuk hidup ketika tidak punya uang. Jika berusia 20-an dengan gaji
kecil, cobalah untuk menyimpan beberapa bagian dari penghasilan Anda per bulan
dan pastinya akan membantu pensiun Anda.
2. Keadaan
darurat
Menabung
untuk masa sulit sama pentingnya dengan menabung untuk tujuan tertentu. Sulit
menyimpan uang untuk keadaan darurat karena tidak terduga, tetapi jika Anda
tidak punya uang ketika membutuhkannya, Anda dapat terlibat dalam masalah utang
. Sekali lagi, bahkan hanya menabung dari sebagian penghasilan Anda per bulan,
dapat membantu ketika Anda benar-benar membutuhkannya.
3. Utang
Alasan
penting yang lain dari menabung adalah untuk menghindari utang. Saat ini banyak
orang memiliki hutang dan Anda berpikir itu normal. Sebenarnya tidak normal.
Sangat mudah berhutang tapi sulit membayarnya. Mulai menabung hari ini untuk
menghindari berhutang
4. Hiburan
Mungkin Anda
terkejut melihat hiburan pada daftar alasan penting untuk menghemat uang,
tetapi tidak boleh lupa untuk menyenangkan diri. Hiburan bisa mahal juga. Pergi
makan malam atau pergi ke bioskop dengan teman-teman juga tidak murah. Anda
juga harus menabung untuk liburan . Tentu, jika memperoleh banyak uang setiap
bulan, Anda dapat melewatkan alasan ini. Tapi jika tidak, pastikan Anda
menabung untuk hiburan Anda.
5. Barang
mahal
Banyak dari
kita berpikir hanya orang-orang kaya yang mampu membeli barang-barang mahal,
tapi itu tidak benar. Setiap orang mampu membeli setidaknya satu barang mahal
dalam setahun, jika mereka bias menghemat dan menyimpan beberapa bagain dari
penghasilannya. Kita sering menghabiskan gaji pada barang murah yang tidak
perlu, sehingga tidak menyadarinya, jika Anda bermimpi tentang gaun mahal atau
sebuah laptop, mulai menabung hari ini dan pastikan Anda dapat membelinya dalam
beberapa bulan.
6. Hadiah
Jika
orangtua Anda telah bekerja keras tapi tidak mampu untuk berlibur, mengapa Anda
tidak menabung untuk orangtua Anda pergi berlibur? Anak-anak hendaknya membantu
orangtua tidak peduli apa pun. Juga dapat menabung dan membeli hadiah bagus
untuk teman terbaik Anda. Plus, Anda dapat menabung untuk kegiatan amal.
Setelah semua, selalu ada alasan menabung untuk sesuatu, bukan?
7. Perbaikan
Jika
berencana untuk pindah atau membeli mobil baru, Anda memerlukan uang untuk
renovasi rumah atau mobil Anda. Akan sulit untuk renovasi rumah Anda selama
satu bulan jika gaji Anda kecil. Mulai menabung hari ini sehingga Anda memiliki
uang yang tersedia ketika membutuhkannya.
Jadi, di
sana Anda memilikinya! Beberapa alasan penting untuk Anda mulai menyimpan uang
. Tetapkan tujuan keuangan Anda dan mencoba untuk mencapainya. Mulailah
tanamkan budaya menyimpan uang !
No comments:
Post a Comment