Teori Produsen, Produksi, Dan Cara
menentukan Laba atau Keuntungan
1. Teori produsen atau tingkah laku
produsen dianalisis dengan berapa cara ? sebutkan & jelaskan !
Karena adanya keterbatasan pendapatan
dan keinginan untuk mengkonsumsi suatu barang dan jasa sehingga diperoleh
kepuasan maksimal, maka muncul perilaku produsen. Perilaku produsen pada
dasarnya menjelaskan bagaimana produsen mendayagunakan sumber daya yang ada
(uang) dalam memuaskan keinginan atau kebutuhan dari suatu atau beberapa
produk. Dalam teori perilaku produsen ini dapat dianalisis dengan beberapa
cara, antara lain adalah pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal.
A. Pendekatan Marginal Utiliti
Pendekatan Marginal
Utility atau pendekatan kardinal adalah pendekatan yang beranggapan bahwa
kepuasan konsumen dapat diukur dengan satu satuan, misalnya uang. Marginal
utility adalah tambahan atau pengurangan kepuasan sebagai akibat dari
pertambahan atau pengurangan satu unit barang tertntu. Dalam pendekatan ini
digunakan anggapan “Utility bisa diukur dengan uang.”
Hukum Gossen (The Law of
Diminishing Returns) berlaku yang menyatakan bahwa “Semakin banyak sesuatu
barang dikonsumsi, maka tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap satuan
tambahan yang dikonsumsi akan menurun”. Konsumen berusaha memaksimumkan
kepuasan.
B. Pendekatan Indifference Curve
(Ordinal)
Pendekatan Indifference
Curve atau pendekatan ordinal adalah pendekatan yang beranggapan bahwa kepuasan
konsumen hanya dapat dinyatakan lebih tinggi atau lebih rendah.
Anggapan dalam pendekatan
ordinal sebagai berikut:
Konsumen mempunyai pola
preferensi akan barang-barang tertentu.
Konsumen mempunyai
sejumlah uang tertentu.
Konsumen berusaha
memaksimumkan kepuasan.
2. Apa yang dimaksud dengan biaya
produksi ? Ada berapa macam ?
Produksi adalah suatu kegiatan yang
dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru
sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna
suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan
kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya
dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia
untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan
jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu
proses produksi disebut Produsen. Di dalam kegiatan produksi pasti ada modal.Produksi
dapat digolongkan menjadi lima bidang, diantaranya adalah sebagai berikut:
A. Bidang ekstraktif, artinya setiap
usaha untuk mengambil hasil alam secara langsung. Misal: pertambangan,
perikanan laut, berburu, dan menebang hutan.
B. Bidang agraris, artinya setiap usaha
mengerjakan atau mengolah alam agar diperoleh hasil dari tumbuhan dan hewan.
Misal: pertanian, perkebunan, perikanan darat, dan peternakan.
C. Bidang industri, artinya setiap usaha
mengolah dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. Misal: perakitan,
pertekstilan, ukir-ukiran, dan kerajinan.
D. Bidang perdagangan, artinya setiap
usaha untuk membeli barang dan menjualnya kembali tanpa merubah bentuk. Misal:
perdagangan regional, perdagangan nasional dan internasional.
E. Bidang jasa, artinya setiap usaha
memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan.
Misal: perbankan, asuransi, pengangkutan, jasa, dan hukum.
3. Bagaimana cara menentukan laba atau
keuntungan ?
Laba dalam ilmu ekonomi murni
didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil
penanam modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan
penanaman modal tersebut (termasuk di dalamnya, biaya kesempatan). Sementara
itu, laba dalam akuntansi didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan
dengan biaya produksi. Perbedaan diantara keduanya adalah dalam hal
pendefinisian biaya.
1. Pengertian Harga Pokok Penjualan.
Yang dimaksud dengan
harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual.
Ada dua manfaat dari
harga pokok penjualan.
A. Sebagai patokan untuk menentukan
harga jual.
B. Untuk mengetahui laba yang diinginkan
perusahaan. Apabila harga jual lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan
diperoleh laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok
penjualan akan diperoleh kerugian.
2. Rumus Menghitung Penjualan Bersih.
Penjualan dalam
perusahaan dagang sebagai salah satu unsur dari pendapatan Perusahaan.
Unsur-unsur dalam penjualan bersih terdiri dari:
penjualan kotor;
retur penjualan;
potongan penjualan;
penjualan bersih.
Untuk mencari penjualan
besih adalah sebagai berikut:
Penjualan bersih =
penjualan kotor – retur penjualan – potongan penjualan.
Contoh:
Diketahui penjualan Rp.
25.000.000,-
Retur penjualan Rp.
125.000,-
Potongan penjualan Rp.
150.000,-
Hitunglah penjualan
bersih!
Penjulan bersih = Rp.
25.000.000,- – Rp. 125.000,- – Rp. 150.000,- = Rp. 24.725.000,-
3. Rumus Menghitung Pembelian Bersih.
Pembelian bersih adalah
sebagai salah satu unsur dalam menghitung harga pokok penjualan.
Unsur-unsur untuk
menghitung pembelian bersih terdiri dari:
pembelian kotor;
biaya angkut pembelian;
retur pembelian dan
pengurangan harga;
retur pembelian;
potongan pembelian;
Untuk menghitung
pembelian bersih dapat dirumuskan sebagai berikut:
Pembelian bersih =
pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.
4. Rumus Menghitung Harga Pokok
Penjualan.
Untuk menghitung harga
pokok penjualan harus diperhatikan terlebih dahulu unsur-unsur yang berhubungan
dengan harga pokok penjualan.
Unsur-unsur itu antara
lain:
persediaan awal barang
dagangan;
pembelian;
biaya angkut pembelian;
retur pembelian dan
pengurangan harga;
potongan pembelian
Rumus harga pokok
penjualan:
HPP = Persediaan awal
barang dagangan + pembelian bersih – persediaan akhir
HPP = Barang yang
tersedia untuk dijual – persediaan akhir
Keterangan :
Barang yang tersedia
untuk dijual = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih.
Pembelian bersih =
Pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.
Atau
Barang yang tersedia
untuk dijual = Persediaan awal + pembelian + beban angkut
Pembelian – retur
pembelian – potongan pembelian
5. Pengertian Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah
laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan (dagang)
selama periode akuntansi.
Untuk Menghitung laba
rugi perusahaan adalah:
Laba bersih = laba kotor
– beban usaha.
Beban uasaha dalam
perusahaan dagang ada dua kelompok.
A. Beban penjualan ialah biaya yang
langsung dengan penjualan.
B. Beban administrasi/umum ialah
biaya-biaya yang tidak langsung dengan penjualan.
Untuk
menghitung laba kotor adalah:
Laba kotor = penjualan bersih – harga
pokok penjualan.
Sedangkan untuk menghitung penjualan
bersih adalah :
Penjualan bersih = penjualan – retur penjualan dan
pengurangan harga –potongan penjualan
No comments:
Post a Comment