Sesuai dengan kodratnya, manusia dibekali dengan
hasrat ingin tahu. Hasrat ingin tahu dalam diri manusia akan selalu memunculkan
berbagai macam pertanyaan. Sebagai akibatnya, manusia juga selalu berusaha
mencari jawaban terhadap pertanyaan yang muncul tadi. Hasrat ingin tahu
tersebut akan terpenuhi apabila manusia memperoleh pengetahuan baru atau mampu
memecahkan masalah sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sendiri.
Biasanya
manusia selalu berpikir jika berhadapan dengan banyak permasalahan. Akan tetapi,
tidak semua masalah membuat kita terdorong untuk memikirkannya secara
sungguh-sungguh. Kegiatan berpikir tentang sesuatu secara sunguh-sungguh dan
logis inilah yang disebut Penalaran.
Penalaran juga
merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol.
Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa,
sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa
kata, sedangkan untuk
proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat
(kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang
dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk
pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir
yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan
ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian
perluasannya akan terbentuk pula proposisi
dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat
juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan
hasil dari rangkaian pengertian.
http://www.seputarpengetahuan.com/2014/12/pengertian-dan-metode-penalaran-menurut.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
No comments:
Post a Comment